Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 13 Juli 2013

Perekonomian Dubai United Arab Emirates (UAE)

Ayi muzayini M.E. Kosasih     15.59    


Berikut artikel tentang Perekonomian Dubai United Arab Emirates (UAE)

Dari ketujuh emirat PEA, Dubai merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan negara dari sektor non migas. Setelah ditemukannya ladang minyak di Dubai pada tahun 1966, Dubai mulai merubah wajah perekonomiannya menjadi salah satu pusat perdagangan dunia dengan fasilitas yang serba modern. Dari jumlah cadangan minyak PEA sebesar 97,8 milyar barel (sebagian besar terdapat di Emirat Abu Dhabi), cadangan minyak Dubai hanya sebesar 4 milyar barel. Sadar akan keterbatasan sumber daya alam yang lambat laun akan habis, Dubai sejak awal berupaya untuk tidak menggantungkan sumber pendapatannya dari sektor migas. Penggunaan pendapatan dari sektor minyak hanya digunakan untuk pembangunan sarana infrastruktur guna menjadikan Dubai sebagai kota lalu lintas perdagangan internasional. Industri manufaktur, pariwisata dan sektor jasa meningkat dengan cepat sehingga pertumbuhan ekonomi juga melaju dengan pesat

Dalam menjalankan roda perekonomiannya, peme-rintah Dubai bertekad untuk berlaku secara liberal, menerapkan pasar bebas dan menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk aktifitas per-dagangan. Dubai adalah emirat terbesar setelah Abu Dhabi dengan stabilitas politik yang terus terjaga. Dubai dan seluruh emirat PEA terbuka untuk semua kegiatan perdagangan dari seluruh negara di dunia kecuali Israel. Campur tangan pemerintah pada sektor swasta sangat sedikit. Tidak ada pengenaan pajak secara langsung pada pendapatan perusahaan maupun perorangan, kecuali untuk perusahaan minyak yang dikenai pajak dari laba bersih yang diperoleh di Dubai. Biaya masuk sangat rendah yaitu sebesar 5% dan itupun dengan banyak pengecualian, terdapat kebebasan memindahkan modal, tidak ada kontrol atas penukaran valuta asing, kuota perdagangan dan adanya nilai tukar tetap untuk UAE Dirham terhadap US$ yaitu 1 US$ ekuivalen dengan 3,678 Dirham. 

GDP percapita Dubai adalah sebesar US$ 19.009 (tahun 2002) sedangkan GDP percapita PEA sebesar US$ 24.860 (tahun 2002). Walaupun terjadi peningkatan nilai GDP Dubai sebesar 6,2% pada tahun 2003 (lebih kecil dari tahun sebelumnya karena dampak peperangan di Irak) namun karena pertambahan jumlah penduduk yang tinggi maka angka GDP percapita terlihat menurun. GDP Dubai pada tahun 2004 mencapai US$ 76 milyar. Biaya hidup di Dubai lebih rendah dibandingkan kota pusat perdagangan lainnya seperti Singapura dan Hongkong, tingkat inflasi sebesar 1 %. Figur pertumbuhan ekonomi tersebut cenderung bersifat riil ketimbang nominal. Prestasi ekonomi ini menjadi kurang impresif karena penambahan jumlah penduduk yang cepat yaitu sebesar 6% setiap tahun. Pertumbuhan ekonomi Dubai sebagian besar adalah produk ekspatriat, namun karena tingkat produksi para pendatang baru lebih rendah maka kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi kurang dari 6%. Nilai perdagangan non migas Dubai tahun 2003 adalah sebesar US$ 36,37 milyar dan pada tahun 2004 diproyeksikan akan mencapai US$ 38,2 milyar.


Emirat Dubai termasuk cepat dalam upaya melepaskan diri dari ketergantungan akan migas. Pada tahun 2003 kontribusi sektor migas dalam pendapatan emirat ini hanya sebesar 7% dari GDP, bandingkan dengan tahun 1985 dimana 50% GDP berasal dari migas. Pemerintah Dubai bertekat untuk terus mengurangi pemasukan dari sektor minyak sehingga mencapai kurang dari 1% pada  tahun 2010. Dengan demikian fluktuasi harga minyak dunia tidak mempunyai dampak yang berarti atas kelangsungan program pembangunan dan roda ekonomi Dubai. Sektor non migas yang selama ini berperan dalam perkembangan perekonomian Dubai adalah perdagangan, industri, perbankan, pariwisata, real esate dan sektor jasa lainnya.



Sektor pariwisata memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pendapatan emirat Dubai. Pada tahun 2003 jumlah wisatawan yang datang ke Dubai mencapai 5 juta orang dan untuk tahun 2004 diperkirakan akan menjadi 5,5 juta wisatawan. Peristiwa 11 September 2001 di AS sempat menggoncangkan bisnis wisata Dubai, namun pertumbuhan sektor wisata sebesar 25% tahun 2002 bukan hanya merupakan recovery, namun prestasi yang luar biasa setelah masa resesi. Menurut kalkulasi pemerintah, dalam tiga tahun terakhir sejumlah US$ 1,9 milyar dari kegiatan ekonomi bergerak di sektor pariwisata  yaitu hotel, transportasi, restoran dan perbelanjaan. Hal ini menyebabkan sektor pariwisata menjadi lebih penting daripada migas dalam perhitungan GDP. Sumbangan sektor pariwisata dalam per hitungan GDP 2003 jauh lebih besar dari pada Migas.

Keamanan yang terus terjaga dan iklim usaha yang menguntungkan menyebabkan Dubai tidak terpengaruh oleh gejolak politik yang terjadi di kawasan. Para pebisnis mempunyai pengetahuan khusus mengenai situasi politik di kawasan terutama posisi Dubai dan PEA dalam kasus politik di Palestina dan Irak. Sikap para pebisnis ini lebih memantapkan perekonomian Dubai dan PEA pada umumnya. Bahkan sewaktu pecah peperangan di Irak bulan Maret 2003, roda bisnis Dubai tetap berputar tanpa hambatan yang berarti, bahkan dunia usaha Dubai mendapat peluang baru dalam mengail keuntungan dari pro- ses rekonstruksi Irak paska perang. Dubai adalah salah satu penyuplai yang ditunjuk dalam proyek rekonstruksi Irak dengan nilai milyaran dolar Amerika.

Pada tahun 2003, kontribusi sektor migas dalam GDP Dubai hanya sebesar 7 % (namun sekitar 40% pendapatan emirat ini berasal dari sektor migas).Dubai ingin mengikutijejak Singapura sebagai pusat lalu lintas perdagangan yang sukses di Asia, dimana GDP Singapura adalah dua pertiga dari GDP negara penghasil migas terbesar di dunia yaitu Saudi Arabia. Pemerintah Dubai ingin mewujudkan skill and knowledge based economydalam memacu pertumbuhan ekonomi. PEA adalah penghasil migas ke-tiga terbesar di dunia setelah Saudi Arabia dan Irak, namun dalam laporan tahunan IMF 2002, PEA adalah negara penghasil minyak di kawasan Timur Tengah yang paling rendah ketergantungannya akan migas dan memiliki pertumbuhan GDP paling stabil.


Selain sektor migas, pemerintah Dubai tengah meningkatkan penerimaan dari sektor-sektor lainnya seperti custom, untuk produk umum dikenakan bea masuk 5% namun komoditi ter-tentu seperti minuman beralkhohol dan rokok dikenakan bea sekitar 30% sampai 100%. Perusahaan pemerintah yang juga memberikan sumbangan bagi pedapatan pemerintah adalah Emirates Group (diantaranya adalah maskapai penerbangan Emirates), Dubai Aluminium, Dubay Dry Docks, perusahaan minyak ENOC, Dubai Palm Developer, perusahaan konstruksi Emaar, beberapa hotel, bank dan properti lainnya.


Dapatkan Paket Murah Umroh 2014 Sekarang Juga! Seat Terbatas


0 komentar :

Alhamdulillah anda temukan Info Lengkap Paket Umroh Murah Plus Dubai dari PT. ISTANA MULIA TOUR dan TRAVEL : Insya Allah Murah dan Penuh Berkah. 35% dari Profit Bersih u Istana Yatim Indonesia. Asyiknya Tour PesantrenBisnis, Umroh sambil jalan jalan ke pusat bisnis,pusat peradaban, pusat wisata yang unik,mau? dapatkan Paket Umroh Murah plus pesantren bisnis di negeri investor. Hub IM-Tour dan Travel 02170293232 / 02127328777 Flexi 02168992324 Flexi 02170094959 XL 087884013344